Masih terjaga sendiri.
Sebatang kejenuhan masih setia menemani.
Malam yang pucat sebentar lagi berganti pagi.
Hanya ada suara deru mesin mobil dan motor.
Perlahan-lahan menghilang terbawa angin lalu bertabrakan di tikungan.
Suara sirene ambulance yang bergerak cepat.
Mengalahkan sang malaikat membawa si pesakitan.
Suara denyit roda berputar dari tukang sayur yang lalu lalang,
membawa hasil tanah dan laut dari bangsa yang mulai rapuh.
Suara-suara riuh burung malam di langit berterbangan berputar.
Suara tikus-tikus yang mengendap di atap rumah berebut makan.
Suara detak jarum jam seakan memburu seperti menghitung waktu kita di dunia.
Mati...
Lalu suara hatiku yang menggerutu,
pada kehidupan,
pada alam,
pada kenyataan.
Dan aku masih terjaga mata ini sulit sekali terpejam.
Lalu ku dengar lagi suara.
Suara dengkuran dari lelaki renta yang mulai sakit-sakitan.
Kakinya tak kuat lagi berpijak pada bumi.
Kelopak matanya membungkam kesunyian yang sebentar lagi tanah memintanya.
Sedikit lagi kejenuhan ini habis.
Lalu diam tak ada suara...
Aku melayang...
Aku tak sadarkan diri...
Nafasku lenyap terbawa angin.
handypranowo 241209
Sebatang kejenuhan masih setia menemani.
Malam yang pucat sebentar lagi berganti pagi.
Hanya ada suara deru mesin mobil dan motor.
Perlahan-lahan menghilang terbawa angin lalu bertabrakan di tikungan.
Suara sirene ambulance yang bergerak cepat.
Mengalahkan sang malaikat membawa si pesakitan.
Suara denyit roda berputar dari tukang sayur yang lalu lalang,
membawa hasil tanah dan laut dari bangsa yang mulai rapuh.
Suara-suara riuh burung malam di langit berterbangan berputar.
Suara tikus-tikus yang mengendap di atap rumah berebut makan.
Suara detak jarum jam seakan memburu seperti menghitung waktu kita di dunia.
Mati...
Lalu suara hatiku yang menggerutu,
pada kehidupan,
pada alam,
pada kenyataan.
Dan aku masih terjaga mata ini sulit sekali terpejam.
Lalu ku dengar lagi suara.
Suara dengkuran dari lelaki renta yang mulai sakit-sakitan.
Kakinya tak kuat lagi berpijak pada bumi.
Kelopak matanya membungkam kesunyian yang sebentar lagi tanah memintanya.
Sedikit lagi kejenuhan ini habis.
Lalu diam tak ada suara...
Aku melayang...
Aku tak sadarkan diri...
Nafasku lenyap terbawa angin.
handypranowo 241209
No comments:
Post a Comment