July 11, 2013

Dan Malam pun Semakin Larut.

Dan malam pun semakin larut.
Bulan bergeser pelan meniduri pagi yang sebentar lagi datang.
Nafas dua manusia yang di mabuk cinta menggeliat dalam ranjang,
terdengar pelan sesekali mengerang.
Dan malam pun semakin larut.
Bulan bergeser pelan cahayanya menembus keheningan dalam khusuknya malam.
Rintihan tangis manusia yang bersujud menyebatkan doa memohon ampun pada sang Khalik.
Dan malam pun semakin larut..
Bulan bergeser pelan menembus awan hitam yang menyelimutinya.
Nyanyian anak-anak muda yang mabuk di ujung gang mengusik sang bayi yang terlelap di tete ibunya.
Dan malam pun semakin larut..
Bulan bergeser pelan membayang cahayanya di pinggiran kali kotor di pusat kota.
Seorang pelacur berdiri dengan gontai di biarkan tubuhnya setengah telanjang menggoda.
Dan malam pun semakin larut..
Bulan bergeser pelan menyisakan kesedihan cahayanya kembali muram karena tertutup awan. Manusia-manusia yang tertidur di pinggiran jalan di buai angin dan kelaparan.
Dan malam pun semakin larut..
Bulan bergeser pelan bersamaan dengan angin yang dingin mengusik..
Sebentar lagi pagi datang.
Aku telanjang dan mabuk lalu muntah memaki sang penguasa,
pada kenyataan, pada kehidupan,
pada apa yang nyata yang saat ini kurasakan.
Dan malam pun semakin larut..
aku diam..
aku terbelenggu..
aku anjing dan melolong pada bulan.

Handy Pranowo 19sept2010

No comments:

Post a Comment