Pada malam pertama hujan deras.
Dingin berkeliaran sampai ke cemara.
Kabut-kabut tipis dalam genggaman berontak.
Menikam gelisah mendung, mengantarkan doa sampai ke puncak gunung.
Asaku memuncrat menggauli keinginan yang berkarat.
Menjadi apa nanti puisiku di hantam kilat.
Ruang dan waktu kini menjadi milikmu.
Dan aku terkapar dalam dingin yang bisu.
2012-11-19.
Dingin berkeliaran sampai ke cemara.
Kabut-kabut tipis dalam genggaman berontak.
Menikam gelisah mendung, mengantarkan doa sampai ke puncak gunung.
Asaku memuncrat menggauli keinginan yang berkarat.
Menjadi apa nanti puisiku di hantam kilat.
Ruang dan waktu kini menjadi milikmu.
Dan aku terkapar dalam dingin yang bisu.
No comments:
Post a Comment