Malam menggelinding.
Bulan terpecah kepalanya.
Langit menjuntai gerimis.
Kelelawar hitam terbang tanpa suara.
Perempuan muda telah di tikam.
Terseret arus mengembara tanpa tujuan.
Jiwanya membawa dosa ke padang ilalang.
Wangi wijaya kusuma merebak.
Mengubur kenangan sejuta peristiwa.
Biarkan ia pergi sayang.
Akan di temukan kembali jejak langkahnya nanti.
Malam menggelinding.
Bulan terpecah kepalanya.
Langit menjuntai gerimis.
Kelelawar hitam terbang tanpa suara.
Di pandangi jenuh harapan.
Rongga dadanya penuh arak hitam .
Mata geladak menyimpan dendam.
Meleleh meracuni doa perempuan yang kesepian tertenung di perempatan jalan.
Di dadanya lembut bercokol bibir dari ribuan gelisah.
Astrid Melawai namanya.
Yang di kagumi dan di sanjungi atas kepiawaiannya.
Merekahlah angin semerbak wangi mengincar birahi.
Lalu dengan setengah gontai di hempaskan tubuhnya di tengah jalan.
Setelah tikaman pertama di dadanya yang gemulai.
pranowohandy
Bulan terpecah kepalanya.
Langit menjuntai gerimis.
Kelelawar hitam terbang tanpa suara.
Perempuan muda telah di tikam.
Terseret arus mengembara tanpa tujuan.
Jiwanya membawa dosa ke padang ilalang.
Wangi wijaya kusuma merebak.
Mengubur kenangan sejuta peristiwa.
Biarkan ia pergi sayang.
Akan di temukan kembali jejak langkahnya nanti.
Malam menggelinding.
Bulan terpecah kepalanya.
Langit menjuntai gerimis.
Kelelawar hitam terbang tanpa suara.
Di pandangi jenuh harapan.
Rongga dadanya penuh arak hitam .
Mata geladak menyimpan dendam.
Meleleh meracuni doa perempuan yang kesepian tertenung di perempatan jalan.
Di dadanya lembut bercokol bibir dari ribuan gelisah.
Astrid Melawai namanya.
Yang di kagumi dan di sanjungi atas kepiawaiannya.
Merekahlah angin semerbak wangi mengincar birahi.
Lalu dengan setengah gontai di hempaskan tubuhnya di tengah jalan.
Setelah tikaman pertama di dadanya yang gemulai.
pranowohandy
No comments:
Post a Comment