July 20, 2013

Gelisah

Matanya sayu menjadi bulan.
Pikirannya sejajar dengan bintang fajar.
Waktu mengental menjadi sejuta persoalan.
Bukan karena mendung yang sebentar lagi datang.
Menyeret hujan menggenangi mimpi.
Melainkan sunyi kerap menggeledahi diri.
Pucuk-pucuk kematian di ujung-ujung jari.
Menjadi ranting yang kering dan terbakar.
Menjadi abu dan teman di jalan.
Adakah sunyi, adakah mimpi.
Semenjak waktu menjadi buih.

Langit dan impian di bungkus kabut.
Di larikan ke dalam hati dan jiwa yang mulai surut.
Membangunkan gelisah cakrawala.
Membalut luka yang tersiram cuka.
Masih saja diam dan termenung dalam sejuta harap.
Adakah hidup dan mati sama saja.
Sama-sama dalam bentuk dan rupa.

handypranowo

No comments:

Post a Comment