Di sudut taman dekat rumahmu kita bertemu.
Ketika mata langit terpejam dan bibirnya mencium bulan.
Di kehampaan menyelinap rindu yang sebagian telah ku buang.
Di saat terakhir kita bertemu di ujung jalan.
Sebelas hari sebelum kau pergi menjauh.
Kau menangis tetes air matamu menjadi senja.
Dan kita berjalan bimbang.
Tak pernah ku mengerti waktu telah memberi sedikit ruang.
Untuk kita bertahan setelah bertahun-tahun melarungi cinta.
Aku sambut jemarimu yang rapuh.
Ku biarkan singgah dan mengelus jiwaku.
Memarut segala sepi dan rindu.
Menterjemahkan cinta dalam kalbu.
handypranowo
No comments:
Post a Comment