Ini tahun kedua saya
merayakan hari kemerdekaan Indonesia di negeri sendiri. Beberapa tahun yang lalu tepatnya sejak 2008 sampai
2011 saya selalu merayakan hari kemerdekaan di negeri . Saya adalah mantan Tenaga
Kerja Indonesia yang pernah bekerja di kapal pesiar. Selama saya bekerja di
kapal pesiar dulu, saya pernah merayakan hari kemerdekaan di tiga negara yang
berbeda di tiap tahunnya. Pertama kali saya merayakan hari kemerdekaan di
Dubrovnik, Croatia di atas kapal Nordam, lalu Dublin, Irlandia di atas kapal
Westerdam dan terkahir di Warnemunde, Jerman di atas kapal Rotterdam. Ada
sesuatu yang berbeda bagi diri saya pribadi, sesuatu yang lebih khidmat dan sakral
saat saya merayakan hari kemerdekaan di negeri orang lain.
Mungkin karena jauh dari
negeri sendiri jadi rindu nasionalisme itu sangat menggebu, terlebih lagi saya
selalu terlibat dalam kepanitiaan tujuh belasan. Namun meskipun jauh dari negeri sendiri
perayaan hari kemerdekaan berlangsung sangat-sangat meriah. Para awak kapal pesiar khususnya warna negara
Indonesia sangat antusias menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
Begitu banyak acara dan
jenis-jenis pertandingan yang di selenggarakan di atas kapal layaknya perayaan
hari kemerdekaan di negeri sendiri. Antara lain adu gaple, catur, PlayStasion
soccer, tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, masukan paku ke dalam
botol, lomba bakiak dan masih banyak lagi. Seluruh awak kapal khususnya warga
negara Indonesia di wajibkan ikut serta, tentu saja mereka sangat senang mengikuti
segala perlombaan yang di selenggarakan.
Juga untuk mengobati
kerinduan akan tanah air Indonesia di samping itu hadiah-hadiah para pemenang
lomba lumayan bagus. Namun tidak menutup kemungkinan bagi peserta lain di luar
warga negara Indonesia pun boleh ikut serta.
Sebulan sebelum hari 17 biasanya
kita bentuk kepanitiaan, seksi lomba sampai team akomodasi pun di bentuk, tidak
main-main kita bekerja bahkan dana yang di habiskan pun bisa sampai jutaan
rupiah. Tapi memang ada budget khusus
buat hal itu dari pihak perusahaan kapal kami. Saya pun tidak tahu pasti
jumlahnya namun cukup lah untuk mengobati rasa rindu kemerdekaan.
Kita juga membentuk team
paskriba dan menunjuk pemimpin upacara. Biasanya untuk pemimpin upacara selalu pilih
dari awak kapal yang bertugas sebagai Sailor.
Dan untuk team paskibra kita rekrut dari crew yang bekerja di restoran atau
housekeeping. Lima atau tiga hari
sebelum hari 17 team paskibra berlatih satu jam di dek anjungan.
Sebab sudah menjadi kebiasaan
upacara bendera di langsungkan di dek anjungan kapal. Kita juga membuat kaos
untuk kepanitian dan sisanya kita jual untuk awak kapal yang ingin membeli.
Satu kaos di hargai 30 dolar US.
Yang paling mengasyikan dan
tidak kalah menarik ialah hanya di hari kemerdekaan sajalah tersaji
makanan-makanan tradisonal Indonesia seperti lontong sayur, bakwan goreng,
kentang balado dengan teri, tahu tempe di samping menu makanan eropa dan amerika pun tetap di
sediakan. Restoran khusus crew kapal di desain sedemikian mungkin dengan
warna-warna merah putih, bak jamuan makan malam di istana negara. Dan itu
terjadi di atas kapal pesiar. Sunguh-sungguh sangat menyenangkan tetapi juga
mengharukan.
Bila hari 17 tiba biasanya ada
pengumuman langsung dari kapten kapal agar seluruh awak kapal yang
berkebangsaan Indonesia di wajibkan mengikuti upacara bendera tentu juga tidak
semuanya karena ada juga beberapa dari mereka yang bekerja. Upacara di selenggarakan
tepat jam tujuh pagi. Ada juga beberapa tamu kapal ( orang asing ) yang meliput
upacara bendera tersebut. Tentu saja kebanyakan dari mereka orang-orang Belanda
termasuk kapten dan jajaran staff-staffnya.
Setelah upacara bendera
selesai biasanya di adakan perlombaaan sekitar pukul sepuluh siang sampai jam 3
atau jam 4 sore. Untuk perlombaan seperti balap karung, tarik tambang dan bakiak biasanya kita adakan
di luar atau di pelabuhan tempat kapal bersandar. Terakhir kemarin saya berada
di kota Warnemunde, Jerman. Ada juga beberapa tamu kapal yang ikut serta dalam
acara perlombaan. Sungguh-sungguh sangat menyenangkan dan tak kalah meriah
dengan perlombaan di negeri sendiri.
Dan pada malam harinya di
adakanlah pesta yang sangat meriah di atas kapal, ada band atau alat-alat musik
yang mengiringi, siapa saja boleh tampil. Ada juga DJ ( music house ). Seluruh
awak kapal boleh ikut serta baik Indonesia, Filipina, India, Amerika, Belanda,
Inggris,Jerman, Australia semua berkumpul dan merayakan hari kemerdekaan
Indonesia.