Aku bersuci lalu menyudut dalam sendiri dan sujud.
Menengadah pada puncak malam di akhir Ramadhan yang ramai dan suka cita.
Tubuhku gemetar, jiwaku masih dalam balutan dosa-dosa yang terus menjalar.
Bagai gatal dan aku garuk dengan dzikir, takbir dan rasa kerendahan.
Tuhan, kiranya saja masih ada kekurangan di dalam Ramadhanku yang sekarang.
Pertemukanlah kembali hamba dan mudahkanlah jalan untuk melaluinya.
Sebab nyatanya rindu dari segala rindu yang ada pada diri hamba adalah rindu Ramadhan.
Di mana Kamu begitu dekat menghampiri dengan tangan berlimpahan berkah dan karunia.
Tak ada ujung pangkal nikmat dan kebesaranMu terlebih di dalam bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah hamba seperti orang-orang yang dahulu pernah berbakti dan teguh
terhadap ibadahnya, terhadap sujudnya.
Yang selalu memuliakan keridhaan Ramadhan dan menjadi ladang mencari keberkahan.
Jadikanlah hamba orang-orang yang berguna dan bernilai bagi sesama manusia.
Dan menjadikan kemenangan Ramadhan ini bukan akhir dari segala penghidupan.
Malam ini harus kulepaskan dirimu pergi Ramadhan.
Namun tidak karuniaMu yang terus melingkar dalam jiwa yang selalu ingin kembali fitrah.
Pertemukan kembali saya kepada Ramadhan Tuhan.
Ramadhan yang di dalamnya terdapat kemuliaan seribu bulan.
Pada apa segala bermula dan pada akhirnya pun akan kembali.
Tuhan bagi semesta alam, penghimpun umat dan pengabdi sejati.
Pada Mu lah segala kemuliaan dan kebesaran.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Menengadah pada puncak malam di akhir Ramadhan yang ramai dan suka cita.
Tubuhku gemetar, jiwaku masih dalam balutan dosa-dosa yang terus menjalar.
Bagai gatal dan aku garuk dengan dzikir, takbir dan rasa kerendahan.
Tuhan, kiranya saja masih ada kekurangan di dalam Ramadhanku yang sekarang.
Pertemukanlah kembali hamba dan mudahkanlah jalan untuk melaluinya.
Sebab nyatanya rindu dari segala rindu yang ada pada diri hamba adalah rindu Ramadhan.
Di mana Kamu begitu dekat menghampiri dengan tangan berlimpahan berkah dan karunia.
Tak ada ujung pangkal nikmat dan kebesaranMu terlebih di dalam bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah hamba seperti orang-orang yang dahulu pernah berbakti dan teguh
terhadap ibadahnya, terhadap sujudnya.
Yang selalu memuliakan keridhaan Ramadhan dan menjadi ladang mencari keberkahan.
Jadikanlah hamba orang-orang yang berguna dan bernilai bagi sesama manusia.
Dan menjadikan kemenangan Ramadhan ini bukan akhir dari segala penghidupan.
Malam ini harus kulepaskan dirimu pergi Ramadhan.
Namun tidak karuniaMu yang terus melingkar dalam jiwa yang selalu ingin kembali fitrah.
Pertemukan kembali saya kepada Ramadhan Tuhan.
Ramadhan yang di dalamnya terdapat kemuliaan seribu bulan.
Pada apa segala bermula dan pada akhirnya pun akan kembali.
Tuhan bagi semesta alam, penghimpun umat dan pengabdi sejati.
Pada Mu lah segala kemuliaan dan kebesaran.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.