Mak, tahun ini bakal jadi tahun yang padat buat neng dan grup dangdut "asyik geboi" untuk meraup rejeki. Pasalnya tahun ini bertepatan dengan tahun politik, di mana sejumlah parpol berbondong-bondong ingin meraup suara demi kemenangan mereka untuk duduk di kursi pemerintahan. Mak, mungkin kurang paham apa hubungannya politik dan panggung dangdut. Jelas ada hubungannya Mak, sebab setiap kampanye koar-koar obral janji tanpa di selingi hiburan dangdut kurang afdol.
Dari desa sampai kota dari artis ternama sampai artis amatiran seperti neng banyak dapat tawaran manggung. Alhamdulilah Mak,musik dangdut yang neng geluti sejak ayah pergi tinggalkan bumi telah membawa berkah dan mengantarkan kehidupan yang lebih baik yaitu tidak miskin. Paling tidak neng bisa menyekolahkan Ncep dan membantu Mak di kampung meski hanya dua ratus ribu sebulan.
Biarpun neng di cap macam-macam sebagai penyanyi dangdut panggilan tidak apalah, toh mereka tidak pernah mengerti dan tidak mau tahu kehidupan kita yang sebenarnya. Kita tak boleh mati sebelum berjuang Mak.
Mak, dari parpol hijau sampai parpol biru ngasih bayarannya cukup lumayan, mudah-mudahan kalo duit sudah kumpul banyak kita bisa segera perbaiki genteng rumah dan tembok samping yang kemarin di terjang angin puting beliung.
Mak, terakhir waktu neng manggung di salah satu parpol besar yang dulu pernah berkuasa salah satu anggota calegnya bicara tentang kesejahteraan dan kemakmuran serta kepastian hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia.
Neng ingat Mak, neng beruntung Mak bisa pulang dengan selamat dan menyelesaikan kontrak tanpa harus di pukul dan di siksa. Kalau di pikir-pikir hebat ya Mak Indonesia, bisa kirim banyak wanita-wanita untuk bekerja di luar negeri. Padahal di sini tanahnya luas, tanah dan lautannya menghasilkan sumber daya alam yang melimpah ruah. Tapi mereka bilang sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan itu kurang. Lha wong gimana nggak kurang, kemiskinan saja masih banyak, terus jumlah sekolah yang layak pakai saja sedikit di bandingkan Mall dan Plaza.
Maaf Mak, neng jadi ngelantur mungkin karena tujuh kali di undang parpol untuk nyanyi di setiap kampanyenya dan sering dengar mereka orasi di depan umum jadi tahu apa yang benar-benar terjadi di negeri ini. Nggak tahunya, ujung-ujungnya ya menipu, orang-orang seperti kita tetap saja miskin dan susah mendapatkan kehidupan yang layak. Janji mereka hanya sekedar janji.
Mak, bilang Ncep kalau neng pulang abis pemilu nanti sampai pemilu presiden. Ncep jangan sering di manja Mak, suruh ngaji dan jangan lupa pukul dia kalau tidak sholat. Dan bilang ke Ncep kalau nasibnya tidak mau seperti ayahnya yang jadi buronan polisi belajarlah yang baik dan sungguh-sungguh. Jangan sering bolos kayak anggota DPR, jangan bohong dan harus jujur.
Kiranya itu Mak yang bisa neng tulis di surat ini.
Sudah dulu ya Mak, neng mau istirahat kemungkinan neng besok ada di pulau Sumatera ada jadwal panggung di sana beserta parpol hijau.
Yang sehat ya Mak dan jaga kesehatannya.
Salam Hormat
Si goyang emoy
No comments:
Post a Comment