July 12, 2013

Saat Gerimis.

Gerimis yang turun membasahi kenangan.
Mengalir lewat celah rindu yang selalu singgah kala malam datang.
Merayapi hasrat nafsu bagai jilatan halilintar.
Kita tersudut dan terbelenggu tak pula sempat berteduh melainkan berlari.
Di antara butiran lembut air yang  jatuh pasrah.
Memaksa kita mengumpulkannya dalam hati.
Menjadikan telaga kehidupan yang dapat kita reguk saat senja redup.
Sambil mengurai rencana esok hari.
Tatapmu menjadi haru biru meski gerimis tak lagi biru.
Namun semangat tak goyah meski badai menghantam.
Saat gerimis turun bersemai.
Menembus cakrawala terbentang.
Jiwa sepi  hilang tenggelam.
Yang ku ingat hanya dirimu yang mengembara.
Berlayar di lautan menjadi petualang.

Handy Pranowo.




No comments:

Post a Comment