Menulis puisi untuk sahabatku yang terlanjur "bunuh diri".
Sekedar mengenang segala yang pernah di linting bersama.
Aku tergerak mengingat kembali, masa-masa yang nakal dan mengejutkan,
masa-masa dengan mimpi yang kasar.
Tak pernah padam gairah pemberontakan.
Revolusi mesti terus berjalan, kaki dan tangan ini tak boleh berhenti menggerakan kehidupan.
Dan kau majulah, meski sebagai bajingan jangan malu-malu.
Sebab, yang lebih bajingan dari kamu adalah orang yang tak mengerti penderitaan kamu, yang membolak-balikan hukum seenak udelnya,
yang menginjakkan kakinya di atas tubuh saudaranya,
yang tak pernah berbagi dan bangga dengan hasil korupsi.
Dan, katakan pada istrimu jangan sering memaki aparat bila sedang berjualan di pasar.
Mereka juga bekerja menertibkan tapi tak berani menertibkan penguasa yang biadab.
Untuk anak lelakimu, suruhlah ia sekolah dan jangan sering bergaul di belakang stasiun dengan para bandar judi dan narkoba.
Sebab, bila tertangkap, mahal bayar pengacara.
Dan lagi pula, orang seperti kita tak lebih dihargai seperti anjing peliharaannya.
Sudahlah, masih banyak yang harus kuselesaikan.
Sebagai sahabat, aku terus berdoa semoga hidupku dan hidupmu senantiasa bahagia.
handypranowo
Sekedar mengenang segala yang pernah di linting bersama.
Aku tergerak mengingat kembali, masa-masa yang nakal dan mengejutkan,
masa-masa dengan mimpi yang kasar.
Tak pernah padam gairah pemberontakan.
Revolusi mesti terus berjalan, kaki dan tangan ini tak boleh berhenti menggerakan kehidupan.
Dan kau majulah, meski sebagai bajingan jangan malu-malu.
Sebab, yang lebih bajingan dari kamu adalah orang yang tak mengerti penderitaan kamu, yang membolak-balikan hukum seenak udelnya,
yang menginjakkan kakinya di atas tubuh saudaranya,
yang tak pernah berbagi dan bangga dengan hasil korupsi.
Dan, katakan pada istrimu jangan sering memaki aparat bila sedang berjualan di pasar.
Mereka juga bekerja menertibkan tapi tak berani menertibkan penguasa yang biadab.
Untuk anak lelakimu, suruhlah ia sekolah dan jangan sering bergaul di belakang stasiun dengan para bandar judi dan narkoba.
Sebab, bila tertangkap, mahal bayar pengacara.
Dan lagi pula, orang seperti kita tak lebih dihargai seperti anjing peliharaannya.
Sudahlah, masih banyak yang harus kuselesaikan.
Sebagai sahabat, aku terus berdoa semoga hidupku dan hidupmu senantiasa bahagia.
handypranowo
No comments:
Post a Comment