July 10, 2013

Perempuan Serong.

Malam baru saja merangkak melalui dinding cakrawala.
Bulan masih berdandan berkaca malu-malu dan tersipu.
Perempuan setengah telanjang mandi di sumur berbatu.
Rambutnya panjang terurai di biarkan basah.
Ia berkata dalam hati “ ini malam untuk suamiku bukan untuk lelaki lain ”.
Di gosok-gosok badannya dengan sabun dari ketiak hingga kenikmatannya berembun.
Bulan tenang mengintip  di nanti suaminya sebentar lagi datang dari perantauan di tanah yang gersang.
Semoga kau masih merindukan aku,
seperti sehari sebelum kau pergi ke tanah yang gersang di cambuk dan di buru.begitulah gumamnya dalam hati

Sudahlah selesai ia berendam burung-burung malam riuh wangi badannya tercium.
Masuklah ia ke dalam rumah,
tembang suka dan aroma bunga gemeretak asmara tertancap di dada.
Suaminya sebentar lagi datang akan dijilati keringat dari tanah yang gersang.
Bulan kuning menerobos ke jendela suara ketuk pintu terdengar,
pasti dia kiranya sambutnya gembira.
Di letakkan gincu di tangannya bergegas ia keluar lalu
“ Kau.. mau apa lagi kau datang ”
Perempuan itu berpaling dan melempar daun pintu kearah muka.
“Ratih dengarkan aku”
Suara dari balik pintu mengelabu bencana.
Seorang lelaki dengan nafsu meronta yang pernah melemahkan urat-urat kesepiannya.
“ Mas suamiku sebentar lagi datang lebih baik kamu pergi ”
Matanya melepas keluar jendela takut dinanti datang.

handypranowo

No comments:

Post a Comment