Ada yang terlahir dari sisa waktu terakhir.
Yaitu kenangan di beriak hati yang dalam.
Mencoba memberi makna meski kau salah menafsir cinta.
Jadi mengapa langkah begitu lamban dan menyiksa.
Pandangan matamu menampar kenyataan.
Yang bergulir sebelum usai musim hujan.
Aku mencoba berontak meski ku tahu tak semudah berteriak.
Mencari arti di bibir pertemuan yang berkesan.
Namun hilang ketika senja menemukan tempatnya untuk tenggelam.
Dan kau pergi setelah bunga bermekaran di hatiku yang gersang.
Mengapa kau tega?
Membunuh kerinduan yang kurajut bersama bintang di tiap malam.
Kini di sisa waktu terakhir tubuhku terasa getir.
Melepaskan dirimu yang pergi bersama yang lain.
Memulai rencana yang sudah di semai.
220612.
handypranowo
No comments:
Post a Comment