Hidupnya bersandar pada malam.
Malam yang selalu di buatnya menganga.
Kegelisahannya di abaikan.
Di sembunyikan di balik hatinya.
Kepulan asap rokok yang keluar dari mulutnya.
Bagai kepulan mantera goda sang pejantan.
Menunggu dengan sabar duduk di atas kursi bamboo di pinggiran rel.
Musik-musik terdengar berantakan dari kotak-kotak suara murahan.
Bulan terang bersinar
Seakan tanda baik buat sang pengumbar.
Suaranya menyapa genit mendesah
Lalu tenggelam sesaat laju kereta lewat.
Bulan semakin tinggi
Cahayanya pudar terhalang awan.
Saatnya beraksi sang pejantan telah datang.
Tak ada yang kau pikirkan kecuali menguras hasratnya.
Kegelisahannya di abaikan.
Di sembunyikan di hati kecilnya.
Demi lembaran uang untuk bertahan di dalam kehidupan.
Mau apa lagi? Pabrik tempat bekerja telah tutup.
Suami yang dulu setia kini jadi pemabuk.
Lalu di penjara karena memperkosa.
Masih dengan malam.
Musik-musik terdengar berantakan dari kotak-kotak suara murahan.
Terus kau lewati entah sampai kapan
………….
puisi satu malam…….
Dedicated to: penjahat dan pelacur…..
handypranowo
No comments:
Post a Comment