July 09, 2013

Bayi.

Bayi yang lahir dari rahimmu. 
Tergeletak di pelataran rumah sakit tak berdaya, tak juga berontak. 
Bisu tangisnya merobek sang saka. Meregang nyawa di negeri tercinta. 
Tanpa ada yang perduli, tanpa ada yang berbelas kasih.
Sebab katanya tak ada tempat buat si miskin dan kalian punya hak untuk membunuh.
Sundel.
Di mana hati nurani.
Kemana mereka yang katanya perduli.
Lalu caki-maki.
Lalu pertanyaan menyebar kepelosok negeri.
Menjadi buah bibir para birokrat.
Yang katanya memihak rakyat.
Pertanyaannya, rakyat yang mana? 
Apakah telah terbagi rakyat yang hidup di negeri ini? 
Apakah ada bedanya? 
Aku bertanya? 
Tapi pertanyaanku di tindas. 
Di kaburkan dalam perbincangan. 
Mencari siapa yang salah siapa yang benar. 
Edan.
Hey bung.
Lupakan dulu partai politikmu. 
Lupakan dulu ego dan kemenangan busukmu.
Lihatlah, lihatlah kami dulu.
Tunas-tunas bangsa yang berjuang menghirup udara.
Di tanah yang kalian injak-injak dan di keramatkan subur sentosa.
Dan aku bilang tidak. 
Bila tak kau perdulikan rakyat jelata. 


pranowohandy

No comments:

Post a Comment