Pelacur dan Pejabat yang korupsi Pengemis dan Pencuri yang di hukum mati.
Pagi ini aku dengar berita dari beberapa infotainment yang subur bak jamur di negeri ini, beritanya menyebar bak kaki lima di pasar tradisional.
Ada apa? Ada pejabat tertangkap basah habis mengulum kenikmatan di ujung dada pelacur di sebuah hotel bintang lima.
Tak lama kemudian aku dengar berita lagi dari infotainment yang berbeda.
Ada apa? Ada pejabat membunuh pelacur di sebuah perumahan mewah, konspirasi tingkat tinggi jelasnya.
Konspirasi ? Pejabat itu baru saja sebulan lalu di beritakan di infotainment yang subur bak jamur di negeri ini habis menguras duit pengemis dan merebut hartanya si pencuri dan akan di sidangkan di pengadilan negeri tingkat tinggi tipu muslihatnya.
Bersamaan dengan itu seorang pencuri juga di beritakan akan di sidangkan dan di perkirakan di hukum mati karena mengambil sebiji kurma buat di makan bersama keluarganya.
Kok bisa ya? Sedangkan pejabat yang korupsi bebas berkeliaran bersama pelacur di sebuah hotel bintang lima menghambur-hamburkan uang yang bukan haknya.
Lalu dimana pengemis yang tersudut di kolong-kolong jembatan?
Mengerang menahan lapar dan tak tahu harus bagaimana?
Mau korupsi apa? Mau mencuri apa?
Kini sang pelacur rebah di ruang visum di sebuah rumah sakit di jaga ketat oleh perwira-perwira polisi. Dan sang pejabat duduk bersila di temani para kerabatnya di ruang tahanan yang lux fasilitas dan ooopppsss ( ada wanita cantik di dekatnya sexi lagi ) di jaga ketat oleh perwira-perwira polisi. Sementara si pengemis juga rebah di sebuah rumah sakit dan di infus , tergeletak lemah di kelas bawah tak ada sanak family yang datang kecuali tagihan dari pihak rumah sakit.
Dan si pencuri menangis bersujud lemah di ruang tahanan yang kotor berbau pesing, dan muntah di dampingi para keluarga yang juga ikut menangis diluar terali besi.
Menangisi keadilan di negeri ini yang tak pernah adil.
Merdeka By. Tukang Tambal Ban
Pagi ini aku dengar berita dari beberapa infotainment yang subur bak jamur di negeri ini, beritanya menyebar bak kaki lima di pasar tradisional.
Ada apa? Ada pejabat tertangkap basah habis mengulum kenikmatan di ujung dada pelacur di sebuah hotel bintang lima.
Tak lama kemudian aku dengar berita lagi dari infotainment yang berbeda.
Ada apa? Ada pejabat membunuh pelacur di sebuah perumahan mewah, konspirasi tingkat tinggi jelasnya.
Konspirasi ? Pejabat itu baru saja sebulan lalu di beritakan di infotainment yang subur bak jamur di negeri ini habis menguras duit pengemis dan merebut hartanya si pencuri dan akan di sidangkan di pengadilan negeri tingkat tinggi tipu muslihatnya.
Bersamaan dengan itu seorang pencuri juga di beritakan akan di sidangkan dan di perkirakan di hukum mati karena mengambil sebiji kurma buat di makan bersama keluarganya.
Kok bisa ya? Sedangkan pejabat yang korupsi bebas berkeliaran bersama pelacur di sebuah hotel bintang lima menghambur-hamburkan uang yang bukan haknya.
Lalu dimana pengemis yang tersudut di kolong-kolong jembatan?
Mengerang menahan lapar dan tak tahu harus bagaimana?
Mau korupsi apa? Mau mencuri apa?
Kini sang pelacur rebah di ruang visum di sebuah rumah sakit di jaga ketat oleh perwira-perwira polisi. Dan sang pejabat duduk bersila di temani para kerabatnya di ruang tahanan yang lux fasilitas dan ooopppsss ( ada wanita cantik di dekatnya sexi lagi ) di jaga ketat oleh perwira-perwira polisi. Sementara si pengemis juga rebah di sebuah rumah sakit dan di infus , tergeletak lemah di kelas bawah tak ada sanak family yang datang kecuali tagihan dari pihak rumah sakit.
Dan si pencuri menangis bersujud lemah di ruang tahanan yang kotor berbau pesing, dan muntah di dampingi para keluarga yang juga ikut menangis diluar terali besi.
Menangisi keadilan di negeri ini yang tak pernah adil.
Merdeka By. Tukang Tambal Ban
No comments:
Post a Comment