masih kupendam kisahmu
sebelum remuk hancur di hantam badai
bulan mabuk kepayang
ia datangiku dengan ramah
menyapaku di daratan
angin panas menerpa wajah
rindu menikam dari arah belakang
tubuhku terkoyak
masih ku ingat saat pertama kali meninggalkanmu
kalut dalam cobaan
memberi luka dalam dada terpendam
tak sempat pula ku cium jidatmu
kini aku pulang
kenyataan juga yang menakdirkan kita berjumpa lagi
untuk suatu masa sampai kita berpisah
kenanglah sayang
kenanglah cikal bakal kita bertemu
dalam bumi hitam pekat
dalam lautan yang gelap
kita akan selalu bersama
berjalan atau merangkak
pranowohandy
No comments:
Post a Comment