February 12, 2013

Rumpin.

Aku duduk di pinggiran kali kecil menatap relung senja yang seluruhnya membiru.
Angin menyisir setiap helai rambutku menjadi karat.
Menebas sisa-sisa waktu yang mulai rapuh.
Serabut-serabut mimpi bagai gumpalan awan yang tak tentu bentuk. 
Menjalar perlahan bagai virus mematikan hidup.
Pikiranku terus membayang di atas air coklat bergelombang.
Sesekali capung-capung datang dan membawanya terbang.
Menuju istana cakrawala .
Menyambut datangnya harapan yang mulai berkabut.
Menyelimuti ragaku yang mulai goyah.
Maka ku biarkan senja menelan wajahku.
Menghilangkan seluruh keinginanku.
Agar aku bebas dan bisa menyatu.
Dengan bumi yang ku pijak.
Dan getir dalam setiap perjalanan menjadi  tanah merah.
Hingga mengubur pengembaraanku yang panjang.

handypranowo

No comments:

Post a Comment