February 15, 2013

Puisi Untuk Nurjanah.

membelah malam dalam cemas
ketakutan yang mengelegak dalam ruang
baru pertama di remas
serigala malam mencekik garang

suara lagu dangdut berirama
seiring detak jantung berdegup
masih ada atau tidak gelisah di hati
dalam gubuk reot bertemakan birahi

pinggiran rel terasing surga
para algojo dan mami bersuka
bir pletok dan anggur orang tua
mabuk menggoda neraka

bulan diam kesaksian bisu
menterjemahkan malam kelabu
saat hijrah pertama dari dusun yang jauh
teramat jauh berlabuh

handypranowo

No comments:

Post a Comment