Seperti segelas anggur yang ku minum saat malam menjemput kupu-kupu.
Mereka terbang di sekitar rambutmu yang tengah kau lumuri minyak kelapa ketika purnama.
Di depan cermin menghias malam dengan sentuhan lembut wajahmu.
Bergetar kepak sayapnya tandas di dadamu.
Menyunting puting, merapal mantra kakinya keras menvengkeram.
Matanya bak tombak menghunus keras.
Aku mendengar lirih suaramu menuju lembah di mana bibirmu di lumatkan.
Menjadi merah jambu , menjadi warna subuh, seperti garis dan corak di sayapnya.
Lalu setelah malam itu kamu termenung berharap kupu-kupu itu datang lagi.
Kamu hanya perlu menggerai rambutmu dan melumurinya dengan minyak kelapa.
Di depan cermin sambil menggoda purnama.
Seperti moyangmu, ibumu sebelum lepas nafsunya.
pranowohandy
No comments:
Post a Comment