February 12, 2013

Kepada sang pencipta.

Wahai malam dan sang Khalik yang sedang bertahta
Tak tersudut pada malam dan selalu terang bagai bintang
Aku bersujud aku berdoa
Untuk si tua renta yang tak lagi berdaya (bapak)
Untuk kelembutan wajah ibu yang telah menyusuiku
Untuk calon pengantinku yang menunggu ku bajak kesuburannya
Lalu untuk saudara-saudaraku
Saudara kandung dan sepupu-sepupuku
Saudara seiman dan yang tak seiman denganku
Teman-temanku yang tersudut di penjara
Teman-temanku yang dulu sering bersama
Minum arak dan menghisap ganja di ujung jalan
Masihkah kau dengar keluhanku Tuhan
Karena darah dan jiwaku kotor
Pada jarak waktu yang kini menyeretku menjadi tua
Seperti nenekku
Seperti kakek buyutku yang telah tiada
Terkubur bersatu bersama tanah
Dan malaikatMu datang bertanya
Apakah aku sudah siap dengan pertanyaan malaikat
Yang bengis dan yang berwajah tampan
Revolusi telah bergerak dari ujung nadiku
Ingin menjadi yang terdepan seperti kekasihMu
Ku harap kau ada selalu menuntunku
Menjauhkan dari jurang kenistaan
Hambamu resah dalam gerimis haru
Gerimis di hati dan di langit yang bergemuruh
Peluklah aku
Dingin ini menyertaiku
Menangis dan aku merasa sendiri

No comments:

Post a Comment