Kerinduan merapat pada busur panah yang pernah kau lepaskan
Sewaktu malam saat bulan terang
Di sisa hidup yang sebentar lagi mencium harumnya tanah
Kau datang bawa seikat kembang yang kau taruh di pusara hati
Melepas birahi pada kelelawar dan binatang malam
Lalu sunyi dan jiwa yang baru terlahir
Waktu belum pagi
Tenagaku habis terkuras
Ku hisap kejenuhan yang masih melekat di kedua jariku
Kuhembuskan dan menjadi awan
Aku terbaring
Aku menjadi sampah malam dan pelacur
Pelacur yang menjajakan nasibnya
Aku tidak lagi perawan
Aku di perkosa kenyataan
Dan mereka membayarnya dengan nafsu
Sampai pagi datang
Aku setubuhi sampai puas lalu mati
handypranowo
No comments:
Post a Comment