gerimis yang turun membasahi kenangan.
mengalir lewat celah rindu yang selalu singgah kala malam datang.
merayapi hasrat nafsu bagai jilatan halilintar.
kita tersudut dan terbelenggu tak pula sempat berteduh melainkan terus berlari.
di antara butiran lembut air yang jatuh pasrah.
memaksa kita mengumpulkannya dalam hati.
menjadikan telaga kehidupan yang dapat kita reguk saat senja redup.
sambil mengurai semua rencana esok hari.
tatapmu menjadi haru meski gerimis tak lagi biru.
namun semangat tak goyah meski badai menghantam.
saat gerimis turun bersemai.
menembus cakrawala terbentang.
jiwa sepi hilang tenggelam.
yang kuingat hanya dirimu mengembara.
berlayar di lautan menjadi petualang.
handypranowo
No comments:
Post a Comment