February 15, 2013

Sajak anak lelaki untuk ayahnya yang terbaring sakit

aku tulis sajak ini untuk mengingatmu
sementara kau kenanglah masa muda dan gagahmu dulu
dengan istri yang cantik juga setia hingga kini
dan ketiga anak lelakimu yang sekarang tumbuh dewasa
 ingatlah kau tidak sendiri
walaupun kehidupanmu kini menyepi

perjalanan hidup masih teramat jauh
bertahanlah
bertahanlah dengan jiwa yang kau punya
suka dan duka hanya sebatas dunia
dan ku yakin kau sudah merasakannya

di rumah ini
di rumah yang kau bangun dengan keringat dan tanganmu sendiri
kita meneduh dan berbagi cerita
kau menjadi imam
kau pimpin kami untuk sujud dan berdoa
Sampaikan petuah dan kata bijak

bertahanlah
bertahanlah dengan jiwa yang kau punya
suka dan duka hanya sebatas dunia
dan ku yakin kau mengerti semua

aku maklum saat kau tak hadir di akad dan walimahku
tapi doakanlah agar pernikahanku bersama restuNYA
aku tahu kau tak tidur saat ku pergi untuk ke tiga kalinya
hanya matamu saja terpejam
ku bisikan kata pamit di telingamu yang makin lebar itu
matamu membuka menatap wajahku dengan nanar


doakanlah aku pergi
dan saat kembali masih bisa melihatmu lagi
menyeruput susu kemasan yang ku beli di swalayan
atau membantu istrimu memandikanmu di saat pagi

bertahanlah
bertahanlah dengan jiwa yang kau punya
suka dan duka hanya sebatas dunia
dan ku yakin kau pernah belajar tentang itu
belajar rahasia langit dan alam
saat kau baiat dan menjadi murid Imam Jaman.

by.Handy Pranowo

No comments:

Post a Comment