February 12, 2013

Buah yang terlarang.

Sekali waktu aku datang padamu.
Menyempatkan diri dan berbincang tentang pagi.
Harum tubuhmu wangi teh tubruk.
Dengan bunga-bunga melati kuncup.

Engkau wanita dengan kesuburan jalan remang.
Dan aku lelaki yang lahir dari rahimmu.
Tapi haruskah aku menolak kenyataan.
Saat lampu-lampu jalan dan gang hitam memberi kabar kepadaku.

Aku buah yang terlarang.

handypranowo



No comments:

Post a Comment