March 22, 2013

Potret

Langit gelap
Duka menyelimuti rumah papan berukuran 3x4 meter
Di tepi kali muara karang

Ada jalan panjang yang harus di tempuh
Seiring kehidupan yang berat dan berliku
Sementara nasib baik tak pernah berpihak
Dengan kebutuhan yang terus mendesak
Namun kau tempuh semua itu dangan sabar dan teguh
Tanpa menunggu rasa belas kasihan
Demi tiga anakmu 
Demi suamimu yang lumpuh tak berdaya
Kau rela menjadi penyapu jalanan
Yang hari-harimu selalu makan debu
Menghirup asap knalpot mesin
Menjilat peluh yang menetes di tubuhmu
Mau apa lagi ini sudah menjadi kenyataan
Yang harus di tempuh

Berangkat pagi dengan topi di kepala
Berseragam membawa sapu dan serokan
Meninggalkan tiga anakmu juga suamimu
Sendirian tanpa sarapan dan belaian kasihmu
Tuk mengejar mentari mencari sesuap nasi
Mempertaruhkan hidup
Demi mereka di kemudian hari

Ini duka dari saya
Abadilah disana
Semoga roda hidup terus berputar
Dan nasib baik berpihak pada orang yang kau tinggalkan
Terutama untuk keluargamu
Anak-anakmu


Dedicated to: Rahamatiah yang tewas tertabrak mobil saat menyapu jalanan semoga Tuhan selalu bersamamu dan menjaga keluargamu.
handypranowo

No comments:

Post a Comment