June 11, 2014

rengkah

kamu hadir serupa duka dan pengkhianatan.
asin garam dan tetesan cuka kepedihan.
namun di matamu ku temui candu kenikmatan.
yang dulu pernah aku hisap hingga mabuk kerinduan.
bukankah ini cinta sayang.
meski berada di atas jalan remang.
mengartikan sunyi di dalam pertemuan.
sebagai kisah hidup yang mesti di terjemahkan.
matamu menatap mataku dengan tajam lalu kamu berkata
´´setelah bibirku apalagi yang kamu inginkan?´´
aku diam ku pandangi wajahmu yang kian buram.
seakan ingin ku telan semuanya dan ku muntahkan ke dalam comberan.

maka selagi kamu diam dan harum tubuhmu mengembang
ku lucuti genangan nafsu di dadamu yang gembung membekap mendung.
beku dalam pelukan lumpuh dalam ketiadaan.
rindu yang selama ini kau pendam
bukankah telah ku bagi dengan kehangatan.
meski limbung, meski bingung, meski sedikit canggung.


No comments:

Post a Comment