June 16, 2014

Elegi kematian.

Menggelarlah sepi di rusuk malam ketika lengkung bulan pertama menjajaki punggung langit yang sudah renta.
Aku menggeliat berontak dari akal sehat dan nurani yang terus di injak-injak.
Aku hanya tak ingin di geledah dan di telanjangi paksa oleh ingatan-ingatan masa lalu yang buram.
Aku  ingin merdeka, lepas dari candu-candu peradaban yang membuat nafas ku mampat,
paru-paru ku tak ingin lagi menghirup udara kehidupan yang bejat.
Maka aku bersujud dan inilah yang aku sebut pemberontakan.
Pemberontakan jiwa yang ingin lepas dari kungkungan kehidupan.
Aku ingin mati dan yang ku kenal hanya dirimu Tuhan.

handypranowo

No comments:

Post a Comment