June 08, 2014

memasak rindu

Di pucuk-pucuk rindu yang semakin tumbuh di sekian waktu bersamamu.
Aku ingin sekali menggauli hatimu yang baik itu.
membuat rencana yang matang penuh bumbu penyedap bunga-bunga taman kalbu.
Kita olah kita masak dengan kesetiaan di atas tungku bara api yang hangat.
Engkau perempuanku, aku lelakimu di satu padu ragaku dan ragamu.
Lalu setelah masak gelora asmara dalam kalbu dan harumnya menyebar keluar dari dapur sehingga orang-orang semua tahu.
Maka ku datangi walimu di hari baik dan ku sajikan hangatnya masakan itu.
Semoga mereka tahu semua rindu dan cinta yang kita masak tidak main-main dan tak hanya nafsu.
Kami minta restumu agar tak lekang masakan ini dan selalu nikmat di santap bersamamu.

Dan ketika datangnya hari baik itu dan masakan cinta kita tersaji di depan penghulu, di kerumunan orang banyak.
Di bawah tenda biru, dengan hiasan bunga-bunga mawar dan melati biru.
Dan engkau diam duduk di sampingku menunduk,
cantik rupamu, anggun jiwamu dengan segala warna pelangi jatuh.
Di situlah aku ucapkan kepada walimu bahwa
Aku akan setia dan taat kepada Tuhan, menjaga nama baikmu dan nama baikku di kemudian hari kelak.
Menjaga terus lezatnya masakan cinta hingga akhir hayat,
hingga anak cucu kita juga begitu mengikuti jejak langkah kita yang tak termakan karat.

salam dari yang jauh.

No comments:

Post a Comment