Dari pertama hadirmu menyergap pandangan mataku
Selaksa bunga mekar dalam kabut biru
Aku muram tak bisa lupakan
Wajahmu seakan berkaca dalam keheningan
Merataplah aku memendam kerinduan
Duhai bidadari yang syahdu dalam kehampaan
Akankah kau gemetarkan jari jemariku
Saat nanti kau biarkan aku menterjemahkan kulit halusmu
membelainya di saat rembulan remang jatuh
Di dadamu akan ku goreskan selaksa doa, cinta dan rindu
dan selagi matamu terpejam aku benamkan hasratku di dua bibir tipismu
Merekahlah
Merekahlah
Mengaum lembut ku hirup nafasmu
Duhai perempuan dalam remang genggamanku
Engkau gairah dalam hidupku
Engkau mantra-mantra menyirap darahku hingga beku
Maka ku biarkan sorot matamu berlabuh meski rasanya aku khawatir bila lalu memelukmu
Akankan kau sambut duka nestapa dari rindu yang jauh
Dari lelaki yang kasar yang ingin mengobrak abrik ranjang hatimu
Oh sedapnya harum tubuhmu laksana kegentingan asmara yang mencekam
bagai pedang membelah belenggu
Dan dari rambutmu yang hitam tergerai meluncurlah hasrat dari jiwa yang haus akan cinta
Karena dirimu pula yang mampu menggetarkan pundi-pundi hasratku yang merana.
Selaksa bunga mekar dalam kabut biru
Aku muram tak bisa lupakan
Wajahmu seakan berkaca dalam keheningan
Merataplah aku memendam kerinduan
Duhai bidadari yang syahdu dalam kehampaan
Akankah kau gemetarkan jari jemariku
Saat nanti kau biarkan aku menterjemahkan kulit halusmu
membelainya di saat rembulan remang jatuh
Di dadamu akan ku goreskan selaksa doa, cinta dan rindu
dan selagi matamu terpejam aku benamkan hasratku di dua bibir tipismu
Merekahlah
Merekahlah
Mengaum lembut ku hirup nafasmu
Duhai perempuan dalam remang genggamanku
Engkau gairah dalam hidupku
Engkau mantra-mantra menyirap darahku hingga beku
Maka ku biarkan sorot matamu berlabuh meski rasanya aku khawatir bila lalu memelukmu
Akankan kau sambut duka nestapa dari rindu yang jauh
Dari lelaki yang kasar yang ingin mengobrak abrik ranjang hatimu
Oh sedapnya harum tubuhmu laksana kegentingan asmara yang mencekam
bagai pedang membelah belenggu
Dan dari rambutmu yang hitam tergerai meluncurlah hasrat dari jiwa yang haus akan cinta
Karena dirimu pula yang mampu menggetarkan pundi-pundi hasratku yang merana.
No comments:
Post a Comment