May 19, 2014

Aku menunggu satu lelaki



aku menunggumu dalam sepi
saat bulan merah mendatangi langit gelap
di ujung jalan tanah setapak
ku ingin tak seorang pun tahu
kelelawar hitam dalam lampu remang-remang
terbang melintas dalam hati yang bimbang
adakah kau  datang
adakah kau ingkar
tonggak yang kau tancap kini berakar
geliat dosa di tanah basah setelah senja
menelan kalbuku
menjadi pertanyaan setiap hari berganti
akankah kau setia
akankah kau khianati
bulan mengintip sendu dari batang-batang bambu
suara langkah kaki terarah kepadaku
aku berdiri cemas
kecemasan saat pertama kali ia remas
semua terbuka dan masuklah
pintu sakral telah ku pasrahkan untuknya
tanpa restu tanpa doa waliku
langkah kaki terdengar dekat
aku membelakangi suaranya
lalu semakin dekat
dan aku menoleh lalu lelaki diam berdiri di depanku

handypranowo

No comments:

Post a Comment