March 06, 2014

Waktu di dalam cermin.

Waktu di dalam cermin berputar-putar.
Mengitari bias-bias parodi kehidupan.
Merekayasa bentuk hidup, nyawa yang di sewakan megap-megap.
Mengukur sampai di mana, sejauh mana engkau berjalan.

Menapaki kesunyian.
Memanjati tiang-tiang gelisah.
Mengukur pucuk-pucuk keberhasilan.
Dan ternyata segala suka dan duka bertempat dalam satu atap.

Raga yang goyah, jiwa yang lemah.
Sejatinya bukanlah apa-apa tanpa karunia.
Waktu di dalam cermin terus berputar.
Membayangi kehadiran Tuhan tanpa makna, tanpa sesalan.

Sementara kita terus melinting pengap.
Membakarnya dalam naluri yang berjejal sesat.
Mengelabui akal sehat.
Kita terjebak dalam kemacetan nurani.

Waktu di dalam cermin retak.
Melukai hati hingga darah tumpah membasahi bumi yang belum juga di mengerti
Untuk apa di buat.
Untuk apa berotasi.



No comments:

Post a Comment