February 28, 2014

Selamat tinggal.

Pada bayangmu yang kesepian aku memberanikan diri untuk melangkahkan kaki.
Ku kemas semua rindu pada angin yang berlalu, berharap pergi jauh dan tak akan kembali.
Bukankah itu semua yang kita inginkan, sementara biarlah waktu mencerna akal dan pikiran.
Ternyata, masih banyak ruang yang belum sempat di kunjungi untuk sebuah kehidupan yang sederhana.

Puisi ini hanya beberapa baris sebab kisahku dan kisahmu telah di tulis di atas langit.
Sebuah misteri yang tak mungkin terpecahkan meski kita coba memaksa diri.
Maka merendalah dan menangis pada wujud yang mempertemukan kita di bumi.
Pertemuan dan perpisahan hanyalah bagian kehidupan yang sama sekali tidak berarti.

Senja akan hilang dan fajar akan datang.
Begitulah rotasi hidup yang sederhana namun penuh makna.
Aku yakin dan penuh kesadaran engkau mau mengerti.
Dan biarlah sesuatu yang datang kau ikhlaskan untuk pergi.

Selamat tinggal kasih, selamat menabur sejuta mimpi-mimpi.
Yang pernah kita lukis di atas pelangi yang singgah di belantara hati.







No comments:

Post a Comment