March 29, 2012


Kode Buntut Lelaki Tua.

Mengutak atik nasib.
Meneropong bintang dalam semedi.
Mengurai mimpi dengan sandi.
Bau-bau asap cerutu terhisap bagai di salib.
Mati.

Ia duduk di atas kursi bambu.
Bau sampah memukuli hidungnya yang berkerut.
Lelaki dengan rambut-rambut putih sedih.
Di hatinya ada harapan meski malaikat mengutuki nasibnya hitam.
Sialan.

Geramnya merangkak di tinjukan ke langit.
Tepat apa yang di katakan penghuni beringin, ini wangsit.
“Rakyat dan anjing hitam berebut makan di gorong-gorong.
Raja dan menteri asyik bermain naik odong-odong.”
Ooh, sambil ia kepulkan asap cerutunya.
Matanya jeli seperti tahu yang bakal terjadi.
Nikmat.

Ini pasti jitu.
Maka terbayang uang kontrakan pasti terbayar.
Beli beras, minyak goreng , gula dan kopi buat sebulan.
Bergegas ia urai kata-kata penghuni beringin di atas kertas.
Menjadi angka lalu di selipkan di kuping.

handypranowo

No comments:

Post a Comment